Masjid Baiturrahman Pusat Informasi Umat - Jurnal Terkini - Analisa Fakta-Data Terkini
Jurnal Terkini :
Home » » Masjid Baiturrahman Pusat Informasi Umat

Masjid Baiturrahman Pusat Informasi Umat

Written By Unknown on Saturday, February 18, 2012 | 5:59 AM

SEKILAS arsitektur dan ornamen Masjid Baiturrahman di Kelurahan Teluk Air, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mirip Masjid Agung di Jalan Poros, Kecamatan Meral.

Masjid yang pemakaiannya diresmikan Bupati Karimun Nurdin Basirun, Jumat, terdiri atas dua lantai, sama seperti Masjid Agung, hanya saja ukurannya lebih mini dengan luas sekitar 17,5 meter x 17,5 meter.

Pada lantai satu terdapat lima pintu yang menurut pengurusnya mengandung makna shalat lima waktu. Sedangkan lantai dua memiliki tujuh pintu yang berarti shalat lima waktu ditunaikan selama tujuh hari dalam seminggu.

Pada tiga sisi masjid, yaitu sisi utara, timur dan selatan terdapat tujuh buah tangga dengan tangga utama berada pada sisi timur. Jumlah anak tangga pada masing-masing sisi sebanyak 17 buah yang memiliki makna 17 rakaat shalat dalam satu hari satu malam.

Satu menara setinggi 33 meter di sisi kanan masjid tampak megah yang mengandung makna tasbih 33 kali.

"Semua sisi dan ornamen masjid sengaja dibangun dengan memiliki makna khusus," kata pengurus masjid, Arnadi Supaat.

Masjid berciri arsitektur Timur Tengah Utsmani moderen itu dapat menampung 950 jamaah --400 lantai utama dan 450 lantai dua--, pada tiang dan dindingnya dipenuhi kaligrafi dengan tulisan asmaul husna dengan dipadu warna krem yang mengandung filosofi manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Warna krem pada dinding masjid yang merupakan perpaduan kuning dan coklat merupakan transformasi warna khas Melayu yang memiliki akar budaya Islami.

Setiap orang yang berada dalam masjid dapat dengan leluasa menikmati pemandangan perairan Selat Malaka karena masjid tersebut memang dibangun di daerah ketinggian dan tidak jauh dari pantai. Jika malam hari, gemerlap lampu dari Singapura tampak samar dari kejauhan.

Menurut Arnadi, Masjid Baiturrahman yang dibangun dengan anggaran senilai Rp6,7 miliar itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat informasi umat.

Dalam profil masjid dipaparkan, pembangunan Masjid Baiturrahman dilatarbelakangi dua dari empat azam Kabupaten Karimun, yaitu azam peningkatan kualitas iman takwa dan azam peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

Dia mengatakan implementasi dari dua azam tersebut tidak hanya dengan membangun tempat-tempat pendidikan umum maupun agama, tetapi juga menyiapkan fasilitas ibadah yang representatif sehingga dapat menjadi kebanggaan umat.

"Masjid yang megah diharapkan bertambah megah jika di dalamnya terdapat aktivitas keagamaan dan pendidikan yang terpadu. Di masjid ini bisa digelar diskusi, seminar dan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan kreativiatas generasi muda. Kami juga menyediakan perpustakaan sebagai wahana menimba ilmu," tuturnya.

Bupati Karimun Nurdin Basirun mengatakan hal yang sama dan berharap anggaran yang dihabiskan cukup besar seimbang dengan hasil yang akan dicapai.   

"Pada zaman Rasulullah, masjid merupakan pusat informasi dan pendidikan. Rasul dan para sahabat juga membicarakan permasalahan umat di masjid. Mudah-mudahan masjid ini dapat mencontoh masjid-masjid pada zaman itu, menjadi sarana pencerdasan umat," kata Nurdin.

Menurut Nurdin, Kabupaten Karimun yang berada di perbatasan sangat membutuhkan generasi muda yang berwawasan, menguasai ilmu pengetahuan namun tidak mengenyampingkan azam Iman dan Takwa sebagai penopang pembangunan.

Perairan Karimun yang membentang dari Selat Rukau dekat Batam hingga Selat Philips dekat Singapura maupun Selat Malaka menyimpan kekayaan alam yang berlimpah.

"Generasi muda yang religius dan berpengetahuan luas sangat dibutuhkan untuk menggali kekayaan laut yang melimpah tersebut, apalagi Karimun sedang gencar-gencarnya membangun. Pemerintah daerah memberikan penekanan terhadap pembinaan generasi muda agar dekat dengan masjid," ucapnya.

Untuk itu, masjid yang dibangun putra-putra Karimun itu jangan hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi dan pendidikan.

Pemerintah daerah juga, lanjut dia, mendorong masjid sebagai pusat informasi dengan menggalakkan pendirian tempat pendidikan al-Quran (TPQ) di seluruh masjid dan musalla. Sebagai stimulan, para guru TPQ juga mendapatkan insentif untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya generasi muda yang Qurani.

"Pemerintah daerah sudah mendirikan ratusan TPQ di masjid-masjid. Karena itu, kami mendorong pembangunan masjid agar lebih banyak lagi TPQ yang bisa didirikan," ucapnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kepri Huzin Hood mengatakan keberadaan masjid yang dimakmurkannya jamaahnya tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi modal dalam pembangunan.

"Masjid yang makmur tidak hanya dengan shalat, tetapi juga diisi dengan kegiatan bernilai ibadah lainnya," katanya.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

http://picasion.com/i/1UKkh/
 
Support : Copyright © 2011. Jurnal Terkini - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya