Busyro Muqoddas: Berfikir Makro Beramaliah Mikro - Jurnal Terkini - Analisa Fakta-Data Terkini
Jurnal Terkini :
Home » » Busyro Muqoddas: Berfikir Makro Beramaliah Mikro

Busyro Muqoddas: Berfikir Makro Beramaliah Mikro

Written By Unknown on Monday, October 1, 2012 | 8:32 PM

Think Globally, Act Locally ! Demikian resep yang dilontarkan Pak Busyro Muqoddas dalam upaya mengembangkan ranting-ranting Muhammadiyah di manapun di seluruh pelosok negeri ini.

www.jurnalterkini.com

Berpikir boleh mendunia dan setinggi mungkin tanpa batas, tapi ketika kembali ke masyarakat: (baca : Ranting) orientasi berpikir kita harus landing (membumi) dimana bumi kita dipijak. Jadi ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat kita harus melihat kondisi masyarakat tersebut, dalam artian apa potensi yang bisa dikembangkan di dalamnya.

Hal tersebut dikemukakan Buysro Muqoddas pada sesi ceramah pengajian bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan pada tanggal 28 September 2012  di Gedung Da’wah Muhammadiyah jalan Menteng Raya no. 50 Jakarta Pusat.    

Di samping itu  Muqoddas juga mengemukakan bahwa ranting Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam pembinaan umat, karena posisi ranting merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan keluarga, sehingga ranting dapat dijadikan sarana komunikasi, media taa’ruf, pusat aktivitas ekonomi, keterampilan, pendidikan, dan pengajian.

Lebih jauh mantan pengurus salah satu ranting Muhammadiyah dan juga  sekarang masih menjabat salah satu jajaran ketua KPK tersebut , mengingatkan pada para jamaah yang memadati aula PP  Muhammadiyah,  bahwa ranting merupakan laboratorium kehidupan yang berbasis kepemimpinan orang tua yang dialogis, keseimbangan aktivitas keluarga, masjid, lingkungan, penyemaian kader pemimpin, kepedulian lingkungan, kualitas kesejahteraan spiritual ,berilmu amaliah, beramal ilmiah, bahkan bisa sampai menyentuh peran kader dalam pencegahan korupsi.

Laboratorium ini pun dapat memproduksi kebutuhan data sosial serta maping (pemetaan) realitas dan potensi konstruktif akar rumput, maping potensi konflik ideologi (paham keagamaan) yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan dan meresahkan masyarakat. Bahkan bisa juga untuk maping potensi konflik efek korupsi  (baca : pemiskinan massif), dan maping antropologi dan psikologi akar rumput.

Pengajian bulanan  yang biasa diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada setiap malam Jumat minggu keempat kali ini mengambil tema "Pengembangan Persyarikatan Berbasis Ranting", dan menampilkan tiga ranting yang dianggap berhasil mengembangkan potensi desanya masing-masing.

Tiga ranting dimaksud adalah Ranting Sumbersari, Ciparay, Kabupaten Bandung, Ranting Plompong, Brebes, dan Ranting Kampung Gondrong Kota Tangerang.

Dari persentasi ketiga ranting tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu kunci keberhasilannya adalah kemampuan menggali potensi yang dimiliki dan mengembangkan sesuai karakter dan kemampuan masyarakat, yang dikemas dengan basis da’wah jama’ah dan pengembangan ekonomi umat. (hud) 
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

http://picasion.com/i/1UKkh/
 
Support : Copyright © 2011. Jurnal Terkini - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya